Aliansi Perpustakaan Independen (API)

Literasi Bandung adalah kanal resmi Aliansi Perpustakaan Independen (API) Bandung Raya — wadah kolaborasi perpustakaan dan komunitas literasi independen untuk saling menguatkan, bukan sekadar forum komunikasi.

Misi & Visi

Mengapa Kami Ada

API berdiri di atas satu visi bersama: mewujudkan ekosistem literasi berbasis perpustakaan yang inklusif, berdaya, bertumbuh, dan berkelanjutan di Bandung Raya. Rumusan lengkap visi, misi, dan dasar berdirinya kami tuangkan dalam Manifesto Kolektif.

Baca visi, misi, & Manifesto Kolektif →

Perjalanan Kami

Cerita di Balik API

Berawal dari sebuah tim kecil yang resah melihat titik-titik api literasi independen di Bandung Raya bergerak sendiri-sendiri, hingga akhirnya bersatu dalam satu Aliansi.

Belasan orang berfoto bersama seusai Kumpul Perpustakaan Kolektif, Oktober 2025.
Kumpul Perpustakaan Kolektif, Oktober 2025 — salah satu titik awal Aliansi ini terbentuk.

Tim kecil menyusun to-do-list administratif, rancangan kepengurusan, dan rancangan program awal.

Penentuan visi & misi perkumpulan, sekaligus merancang nama untuk perkumpulan ini.

Mengerucutkan pemilihan nama perkumpulan dan menentukan mekanisme pemilihan ketua serta anggota.

Manifesto Kolektif ditandatangani — Aliansi Perpustakaan Independen (API) Bandung Raya resmi terbentuk.

Identitas Kami

Siapa Kami Sebenarnya

Sebagai “perwakilan” dari generasi baru dalam dunia literasi independen, beberapa nilai ini melekat pada API.

Independensi

Tidak berafiliasi dengan pemerintah, berdiri sendiri, dengan lingkup regional Bandung Raya.

Youth Initiated

Diinisiasi dan digerakkan oleh generasi baru pegiat literasi, tidak terpaku pada kemapanan.

Agile

Bergerak cepat, fleksibel, dengan stakes yang rendah namun potensi pengembangan yang luas.

Volunteerisme & Misi Sosial

Hadir bukan untuk profit, melainkan untuk menjaga semangat literasi bersama.

Urban Fabric

Menjadi bagian dari upaya membangun ruang publik yang hidup di Kota Bandung.

Diversitas

Mewadahi variasi aktivitas dan kegiatan kreatif dari beragam komunitas literasi independen.

Tim Kami

Pengurus Inti API

Foto Aditya Firman Ihsan

Aditya Firman IhsanPhoenix

Sekretariat

Aditya Ihsan, biasa memiliki alias Phx atau Phoenix, memiliki ketertarikan spesifik pada literasi secara mendalam dan bagaimana itu memengaruhi manusia dan masyarakat. Ini membuatnya terlibat sejak dulu dalam berbagai aktivitas literasi, baik pribadi maupun komunal, baik praktikal maupun konseptual, untuk menghasilkan beberapa karya kolektif. Terakhir, ia mengurusi Salman Reading Corner sebagai manajer Bidang Pengkajian dan Penerbitan di Masjid Salman ITB sampai 2023.

Dengan aktivitas utama sebagai dosen dan peneliti di Universitas Telkom, saat ini ia masih membantu secara lepas di Salman Reading Corner, menjalankan beberapa proyek menulis dan editing buku, dan menjadi anggota FLP Bandung.

phx.my.id
Foto Nabila Eva Hilfani

Nabila Eva Hilfani

Kepustakaan

Nabila Eva Hilfani, perempuan yang saat ini aktif menjadi pekerja budaya. Mengelola satu perpustakaan independen di Bandung bagian selatan yaitu Bunga di Tembok dan produser dari rumah dokumenter Terra Films. Saat ini ia juga menjadi bagian dari tim pengelolaan Aliansi Perpustakaan Independen (API) Bandung Raya.

Ketertarikannya terhadap kerja-kerja budaya sudah sejak lama, bahkan sebelum ia menempuh pendidikan Antropologi Budaya di salah satu perguruan tinggi di Kota Bandung. Sempat aktif menghasilkan karya tulis di pers mahasiswa ketika berada di bangku kuliah dan bekerja di media independen BandungBergerak sebagai reporter.

Foto Muhammad Syawal Alauddin Akbar

Muhammad Syawal Alauddin AkbarSyawal

Pengembangan & Pendanaan

Muhammad Syawal Alauddin Akbar, akrab dipanggil Syawal, adalah pemuda asal Palembang yang sedang asyik berinovasi di Bandung. Bersama teman-temannya, Syawal mendirikan HOWL (House of Wonder and Learning) sebagai wadah inovasi bagi pemustaka, pustakawan, dan perpustakaan itu sendiri. Berangkat dari semangat tersebut, HOWL berkembang menjadi third space yang mandiri secara finansial, ruang nyaman yang terus hidup untuk berliterasi, bereksplorasi, dan bertumbuh bersama.

Berlatar belakang Sarjana Teknik Mesin dan Magister Teknologi Kesehatan, Syawal merintis startup spin-off Lab Biomekanika ITB. Baginya, inovasi tidak berhenti pada invensi, tetapi harus berlanjut hingga komersialisasi agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh yang membutuhkan. Filosofi yang sama ia bawa ke dunia literasi melalui HOWL dan perannya di API.

Foto Reiza Harits

Reiza Harits

Hubungan Masyarakat

Reiza Harits tertarik pada gagasan tentang perpustakaan, ruang publik, dan cara komunitas tumbuh melalui percakapan. Ketertarikan itu membawanya mendirikan The Room 19 (@the__room19) bersama teman-temannya — sebuah perpustakaan independen yang menghadirkan tema-tema baru setiap bulan sebagai cara mempertemukan buku, penulis, dan pembaca.

Saat ini, ia aktif sebagai Program & Social Media Director di The Room 19, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat di API, dan Strategic Planner di ideacultura. Di luar kesibukannya, ia juga suka bersepeda, membaca buku, menulis, bermain game, serta berlatih gitar bas.

Empat pengurus API tertawa bersama di antara rak-rak buku sebuah perpustakaan di Bandung.
Sebagian pengurus API — rapat sering kali berlangsung di antara rak buku.

Lihat selengkapnya tentang struktur organisasi & bidang kerja API →

Logo dan identitas visual API dibuat oleh teman-teman dari Ru Creative Studio.